
toko kami menjual bahan bahan / material stempel, juga menjual mesin pembuat stempel warna dan cetak, mulai dari: karet ronalflek, karet spon flas, ukuran 10 x 33, 15 x 33, 18 x 30,cm gagang cristal, ada lebih dari 100 ukuran gagang kayu, bulat, oval, prontol tinta flas 12 warna: merah, ungu, biru, hitam, hijau, biru muda, abu-abu, emas, coklat, pink, gagang flas ada 50 ukuran, hubungi kami dinomor 0274-550457, +6287739535931
Wednesday, 31 July 2013
GROSIR BAHAN STEMPEL: TEMPAT BELANJA BAHAN STEMPEL
GROSIR BAHAN STEMPEL: TEMPAT BELANJA BAHAN STEMPEL: JUAL BAHAN STEMPEL DISTRIBUTOR: JUAL BAHAN STEMPEL: kami menjual bahan bahan / material stempel, juga menjual mesin pembuat stempel warna,
ronalflek
spon flas ukura, 1033 - 1533 - 1830
tinta stempel
gagang flas
gagang warna
gagang kayu
gagang kristal
mesin pembuat stempel warna
untuk informasi lebih lanjut hubungi 0877 395 359 31
ronalflek
spon flas ukura, 1033 - 1533 - 1830
tinta stempel
gagang flas
gagang warna
gagang kayu
gagang kristal
mesin pembuat stempel warna
untuk informasi lebih lanjut hubungi 0877 395 359 31
Tuesday, 30 July 2013
KOTA JOGJA: Kawasan Pembuat Stempel dan Kunci
KOTA JOGJA: Kawasan Pembuat Stempel dan Kunci: Kawasan pembuat stempel dan kunci dapat anda temukan di Jalan Demangan Baru, sebelah utara Jalan Laksda Adisucipto (Jalan Solo), dep...
KOTA JOGJA: Kawasan Pembuat Stempel dan Kunci
KOTA JOGJA: Kawasan Pembuat Stempel dan Kunci: Kawasan pembuat stempel dan kunci dapat anda temukan di Jalan Demangan Baru, sebelah utara Jalan Laksda Adisucipto (Jalan Solo), dep...
Sunday, 21 July 2013
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALAM...
DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALAM...
Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.
"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.
"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk.
"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."
Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya :
"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya.
Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.
"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.
Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.
Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.
"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.
Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.
Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.
"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.
"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu."
Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.
"Ummatii...Ummatii....Ummatii."
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.
Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadikan rasa cinta kita kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam semakin bertambah besar.
Allahumma Shalli Wasallim 'Ala Sayyidina Muhammad.
Semoga yang men-SHARE-kan artikel ini akan mendapat SYAFAAT dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam di hari pembalasan kelak....Aamiin
Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.
"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.
"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk.
"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."
Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya :
"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya.
Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.
"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.
Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.
Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.
"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.
Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.
Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.
"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.
"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu."
Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.
"Ummatii...Ummatii....Ummatii.
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.
Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadikan rasa cinta kita kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam semakin bertambah besar.
Allahumma Shalli Wasallim 'Ala Sayyidina Muhammad.
Semoga yang men-SHARE-kan artikel ini akan mendapat SYAFAAT dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam di hari pembalasan kelak....Aamiin
Saturday, 20 July 2013
PENYEDIA KEBUTUHAN BAHAN STEMPEL
kami menjual bahan bahan / material stempel, juga menjual mesin pembuat stempel warna dan cetak, mulai dari:
karet ronalflek,
karet spon flas, ukuran 10 x 33, 15 x 33, 18 x 30,cm
gagang cristal, ada lebih dari 100 ukuran
gagang kayu, bulat, oval, prontol
tinta flas 12 warna:
merah, ungu, biru, hitam, hijau, biru muda,
abu-abu, emas, coklat, pink, kuning, oren
GAGANG FLAS:
BULAT:
D17
D23
D25
D28
D35
D40
D45
D51
KOTAK:
1818
2222
2626
3535
4040
4545
OVAL:
OV45
OV51
TAPAL KUDA:
3313
4313
5517
1028/gantungan kunci
SEGI EMPAT
1340
1743
2243
2743
3243
1355
1755
2255
2755
3255
4355
5355
1767
2267
2767
3267
4367
5567
1778
2278
2778
3278
4378
5378
1370
1791
2291
6685
27103
43103
66103
78103
BAGI SAUDARA YANG INGIN BELANJA DI TEMPAT KAMI,
BISA MENGHUBUNGI DI NOMOR
(0274)550457
087739535931
TERIMA KASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI, SELAMAT BERKARYA, SEMOGA SAUDAR2 DIMUDAHKANNYA
karet ronalflek,
karet spon flas, ukuran 10 x 33, 15 x 33, 18 x 30,cm
gagang cristal, ada lebih dari 100 ukuran
gagang kayu, bulat, oval, prontol
tinta flas 12 warna:
merah, ungu, biru, hitam, hijau, biru muda,
abu-abu, emas, coklat, pink, kuning, oren
GAGANG FLAS:
BULAT:
D17
D23
D25
D28
D35
D40
D45
D51
KOTAK:
1818
2222
2626
3535
4040
4545
OVAL:
OV45
OV51
TAPAL KUDA:
3313
4313
5517
1028/gantungan kunci
SEGI EMPAT
1340
1743
2243
2743
3243
1355
1755
2255
2755
3255
4355
5355
1767
2267
2767
3267
4367
5567
1778
2278
2778
3278
4378
5378
1370
1791
2291
6685
27103
43103
66103
78103
BAGI SAUDARA YANG INGIN BELANJA DI TEMPAT KAMI,
BISA MENGHUBUNGI DI NOMOR
(0274)550457
087739535931
TERIMA KASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI, SELAMAT BERKARYA, SEMOGA SAUDAR2 DIMUDAHKANNYA
Thursday, 11 July 2013
Wednesday, 10 July 2013
JUAL BAHAN STEMPEL DISTRIBUTOR
JUAL BAHAN STEMPEL DISTRIBUTOR: JUAL BAHAN STEMPEL:
kami menjual bahan bahan / material stempel, juga menjual mesin pembuat stempel warna dan cetak, mulai dari:
karet ronalflek,
karet spon flas, ukuran 10 x 33, 15 x 33, 18 x 30,cm
gagang cristal, ada lebih dari 100 ukuran
gagang kayu, bulat, oval, prontol
tinta flas 12 warna:
merah, ungu, biru, hitam, hijau, biru muda,
abu-abu, emas, coklat, pink, kuning, oren
GAGANG FLAS:
BULAT:
D17
D23
D25
D28
D35
D40
D45
D51
KOTAK:
1818
2222
2626
3535
4040
4545
OVAL:
OV45
OV51
TAPAL KUDA:
3313
4313
5517
1028/gantungan kunci
SEGI EMPAT
1340
1743
2243
2743
3243
1355
1755
2255
2755
3255
4355
5355
1767
2267
2767
3267
4367
5567
1778
2278
2778
3278
4378
5378
1370
1791
2291
6685
27103
43103
66103
78103
BAGI SAUDARA YANG INGIN BELANJA DI TEMPAT KAMI,
BISA MENGHUBUNGI DI NOMOR
(0274)550457
087739535931
TERIMA KASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI, SELAMAT BERKARYA, SEMOGA SAUDAR2 DIMUDAHKANNYA
kami menjual bahan bahan / material stempel, juga menjual mesin pembuat stempel warna dan cetak, mulai dari:
karet ronalflek,
karet spon flas, ukuran 10 x 33, 15 x 33, 18 x 30,cm
gagang cristal, ada lebih dari 100 ukuran
gagang kayu, bulat, oval, prontol
tinta flas 12 warna:
merah, ungu, biru, hitam, hijau, biru muda,
abu-abu, emas, coklat, pink, kuning, oren
GAGANG FLAS:
BULAT:
D17
D23
D25
D28
D35
D40
D45
D51
KOTAK:
1818
2222
2626
3535
4040
4545
OVAL:
OV45
OV51
TAPAL KUDA:
3313
4313
5517
1028/gantungan kunci
SEGI EMPAT
1340
1743
2243
2743
3243
1355
1755
2255
2755
3255
4355
5355
1767
2267
2767
3267
4367
5567
1778
2278
2778
3278
4378
5378
1370
1791
2291
6685
27103
43103
66103
78103
BAGI SAUDARA YANG INGIN BELANJA DI TEMPAT KAMI,
BISA MENGHUBUNGI DI NOMOR
(0274)550457
087739535931
TERIMA KASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI, SELAMAT BERKARYA, SEMOGA SAUDAR2 DIMUDAHKANNYA
Monday, 1 July 2013
JUAL BAHAN STEMPEL DISTRIBUTOR: JUAL BAHAN / MATERIAL STEMPEL GROSIR DAN ECERAN
JUAL BAHAN STEMPEL DISTRIBUTOR: JUAL BAHAN / MATERIAL STEMPEL GROSIR DAN ECERAN: KAMI MENJUAL BAHAN STEMPEL YANG BIASA DAN YANG WARNA, juga mesin stempel, MULAI DARI : KARET STEMPEL CETAK RONALFLEK , KARET STEM...
JUAL BAHAN / MATERIAL STEMPEL GROSIR DAN ECERAN
KAMI MENJUAL BAHAN STEMPEL YANG BIASA DAN YANG WARNA, juga mesin stempel,
MULAI DARI :
KARET STEMPEL CETAK RONALFLEK,
KARET STEMPEL WARNA SPON FLAS,
TINTA STEMPEL FLAS, 12 WARNA,
MERAH, BIRU, HIJAU, UNGU, KUNING, HITAM, EMAS, PINK, BIRUMUDA, COKLAT, ABU-ABU, OREN
GAGANG CRISTAL, GAGANG KAYU BULAT, PRONTOL,
DAN OVAL, BAHAN KAYU WARU BERAT LEBIH RINGAN,
GAGANG STEMPEL FLAS LENGKAP ADA 50 UKURAN;GAGANG FLAS PERSEGI EMPAT
1340
1743
2243
2743
3243
1355
1755
2255
2755
3255
4355
5355
1767
2267
2767
3267
4367
5567
1370
1778
2278
2778
3278
4378
5378
1791
2291
6685
27103
43103
66103
78103
GAGANG FLAS KOTAK
1818
2222
2626
3535
4040
4545
GAGANG FLAS BULAT
DDDDDDDDDDDDDDD
DIAMETER
D17
D23
D28
D35
D40
D45
D51
GAGANG OVAL / BULAT TELUR
OV45 / 32X45
OV51 / 35X51
GAGANG FLAS GANTUNGAN KUNCI
1028 atau 1x2,8 cm. (cocok untuk stempel nama)
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT , DENGAN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH JIKA SAUDARA BERSEDIA MENGHUBUNGI KAMI,
0877 3953 5931
0274-550457
0813 2828 0122
jalan demangan baru kios PPKLD SLEMAN JOGJA
Depok, Sleman, Special District of Yogyakarta, Republic of Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)